Yayasan Andi dan Dina menghadirkan tradisi memanggang kopi khas Lombok sebagai bagian dari warisan budaya pangan Nusantara.
Di Lombok, khususnya dalam tradisi perempuan Sasak, kopi dipanggang
dengan kesabaran dan ketelatenan.
Pertama, biji kopi hijau dicuci bersih, lalu dipanggang
menggunakan wajan tanah liat di atas bara api alami.
Bahan bakar berasal dari lingkungan sekitar: daun kelapa dan batok kelapa yang dikeringkan oleh matahari sebagai bahan utama, batang daun kelapa di
pekarangan rumah, potongan ranting pohon, dan bambu. Api dari bahan alami ini
menciptakan karakter aroma asap kayu yang khas.
Selama proses berlangsung, biji kopi diaduk dan diserok
perlahan menggunakan sutil kayu agar panas merata. Warna biji berubah bertahap
dari hijau, menjadi cokelat, hingga hitam legam. Letupan kecil yang terdengar
satu per satu menjadi tanda kematangan sempurna, sementara permukaan biji yang
mengilap menandakan proses pemanggangan telah selesai.
Ini bukan sekadar teknik memasak, melainkan praktik budaya. Sebuah tradisi pangan yang diwariskan dari generasi ke generasi di Lombok.
Biaya Kursus/ Pengalaman untuk Kelas Dasar (Edukasi Budaya)
Durasi: 1,5 jam
Peserta: Per orang / kelompok kecil
Biaya: Rp150.000 orang
Termasuk:
- Pengenalan tradisi kopi Lombok
- Penjelasan nilai budaya dalam proses kopi panggang
tradisional
- Mempersiapkan bahan bakar alami (daun kelapa kering, batok
kelapa, ranting, dan bambu)
- Praktik cara menyusun dan menyalakan api secara
tradisional
- Demonstrasi memanggang kopi menggunakan wajan tanah
liat
- Teknik mengaduk dan menyerok kopi dengan sutil kayu
- Penjelasan tanda kematangan biji kopi (letupan &
perubahan warna)
- Demonstrasi cara menumbuk kopi secara tradisional
- Cara menyeduh kopi secara tradisional hingga siap
diminum
- Sesi tanya jawab
- Menikmati kopi hasil panggang dan seduhan bersama
Sumber gambar / Image source: Andi & Dina, 12-02-2026.
(Selesai)